Mutiaracahaya’s Blog

‘amma yatasaa-aluuna

[78:1] Tentang apakah mereka saling bertanya-tanya ?
‘ani alnnaba-i al’azhiimi

[78:2] Tentang berita yang besar1545,
alladzii hum fiihi mukhtalifuuna

[78:3] yang mereka perselisihkan tentang ini.
kallaa saya’lamuuna

[78:4] Sekali-kali tidak1546; kelak mereka akan mengetahui,
tsumma kallaa saya’lamuuna

[78:5] kemudian sekali-kali tidak; kelak mereka mengetahui.
alam naj’ali al-ardha mihaadaan

[78:6] Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan ?,
waaljibaala awtaadaan

[78:7] dan gunung-gunung sebagai pasak ?,
wakhalaqnaakum azwaajaan

[78:8] dan Kami jadikan kamu berpasang-pasangan,
waja’alnaa nawmakum subaataan

[78:9] dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat,
waja’alnaa allayla libaasaan

[78:10] dan Kami jadikan malam sebagai pakaian1547,
waja’alnaa alnnahaara ma’aasyaan

[78:11] dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan,
wabanaynaa fawqakum sab’an syidaadaan

[78:12] dan Kami bina di atas kamu tujuh buah (langit) yang kokoh,
waja’alnaa siraajan wahhaajaan

[78:13] dan Kami jadikan pelita yang amat terang (matahari),
wa-anzalnaa mina almu’shiraati maa-an tsajjaajaan

[78:14] dan Kami turunkan dari awan air yang banyak tercurah,
linukhrija bihi habban wanabaataan

[78:15] supaya Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian dan tumbuh-tumbuhan,
wajannaatin alfaafaan

[78:16] dan kebun-kebun yang lebat?
inna yawma alfashli kaana miiqaataan

[78:17] Sesungguhnya Hari Keputusan adalah suatu waktu yang ditetapkan,
yawma yunfakhu fii alshshuuri fata/tuuna afwaajaan

[78:18] yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangsakala lalu kamu datang berkelompok-kelompok,
wafutihati alssamaau fakaanat abwaabaan

[78:19] dan dibukalah langit, maka terdapatlah beberapa pintu,
wasuyyirati aljibaalu fakaanat saraabaan

[78:20] dan dijalankanlah gunung-gunung maka menjadi fatamorganalah ia.
inna jahannama kaanat mirshaadaan

[78:21] Sesungguhnya neraka Jahannam itu (padanya) ada tempat pengintai1548,
lilththaaghiina maaabaan

[78:22] lagi menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang melampaui batas,
laabitsiina fiihaa ahqaabaan

[78:23] mereka tinggal di dalamnya berabad-abad lamanya,
laa yadzuuquuna fiihaa bardan walaa syaraabaan

[78:24] mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman,
illaa hamiiman waghassaaqaan

[78:25] selain air yang mendidih dan nanah,
jazaa-an wifaaqaan

[78:26] sebagai pambalasan yang setimpal.
innahum kaanuu laa yarjuuna hisaabaan

[78:27] Sesungguhnya mereka tidak berharap (takut) kepada hisab,
wakadzdzabuu bi-aayaatinaa kidzdzaabaan

[78:28] dan mereka mendustakan ayat-ayat Kami dengan sesungguh-sungguhnya.
wakulla syay-in ahsaynaahu kitaabaan

[78:29] Dan segala sesuatu telah Kami catat dalam suatu kitab1549.
fadzuuquu falan naziidakum illaa ‘adzaabaan

[78:30] Karena itu rasakanlah. Dan Kami sekali-kali tidak akan menambah kepada kamu selain daripada azab.
[78:31] Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa mendapat kemenangan,
hadaa-iqa wa-a’naabaan

[78:32] (yaitu) kebun-kebun dan buah anggur,
wakawaa‘iba atraabaan

[78:33] dan gadis-gadis remaja yang sebaya,
waka/san dihaaqaan

[78:34] dan gelas-gelas yang penuh (berisi minuman).
laa yasma’uuna fiihaa laghwan walaa kidzdzaabaan

[78:35] Di dalamnya mereka tidak mendengar perkataan yang sia-sia dan tidak (pula) perkataan dusta.
jazaa-an min rabbika ‘athaa-an hisaabaan

[78:36] Sebagai pembalasan dari Tuhanmu dan pemberian yang cukup banyak,
rabbi alssamaawaati waal-ardhi wamaa baynahumaa alrrahmaani laa yamlikuuna minhu khithaabaan

[78:37] Tuhan Yang memelihara langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya; Yang Maha Pemurah. Mereka tidak dapat berbicara dengan Dia.
yawma yaquumu alrruuhu waalmalaa-ikatu shaffan laa yatakallamuuna illaa man adzina lahu alrrahmaanu waqaala shawaabaan

[78:38] Pada hari, ketika ruh1550 dan para malaikat berdiri bershaf-shaf, mereka tidak berkata-kata, kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Tuhan Yang Maha Pemurah; dan ia mengucapkan kata yang benar.
dzaalika alyawmu alhaqqu faman syaa-a ittakhadza ilaa rabbihi maaabaan

[78:39] Itulah hari yang pasti terjadi. Maka barangsiapa yang menghendaki, niscaya ia menempuh jalan kembali kepada Tuhannya.
innaa andzarnaakum ‘adzaaban qariiban yawma yanzhuru almaru maa qaddamat yadaahu wayaquulu alkaafiru yaa laytanii kuntu turaabaan

[78:40] Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepadamu (hai orang kafir) siksa yang dekat, pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya; dan orang kafir berkata:”Alangkah baiknya sekiranya dahulu adalah tanah”.

habib Abdullah bin ja’far Assegaf
Kajian Kitab Nasahadiniyyah (nasehat2 Agama) yang dikarang oleh Al Habib Abdullah Bin Alwi Al Haddad.
>> tinggalkanlah maksiat dan tobatlah sebelum kalian bertemu dgn Allah, jika kalian
bertemu dgn Allah dalam Keadaan Maksiat maka org tsb disiapkan Neraka Jahanam, di sana ia tidak hidup dan tidak mati disiksa terus oleh Allah.
>>jgn Kalian Merasa Aman2 Saja dgn Maksiat yg kalian lakukan.

Al habib Ahyad Banahsan..
Rasulullah Bersabda
“Aku tinggalkan Kamu warisan, kalau engkau peganng tidak akan tersesat, Al Qur’an dan Keluargaku”..
“Syafaatku untuk yang mencintai Keluargaku”

Dunia ini terlaknat di ciptakan Allah tapi Lupa Kepada Allah
kecuali orang2 yang ingat kepada Allah (alim, mutaalim)
Allah menciptakan kita untuk ingat/selalu beribadah kepada NYa.

Sahabat, ya rasul aku byk berdoa berapa banyak bagian wirid (shalawat) kepada Engkau..
Rasulullah menjawab terserah.
sahabat : bagaimana jika 1/4
rasul : terserah jika engkau tambah lebih bagus.

sahabat : bagaimana jika 2/3
rasul : terserah jika engkau tambah lebih bagus.
sahabat : bagaimana jika semua wiridku
rasul : maka Allah akan mudahkan Urusan, dan diampuni segala dosa2.

siapa yg benci kepada Keluarga Rasulullah maka mulutnya saja islam padahal dia seorang Munafik.

H Musthofa.
beruntung mata/lisan/qta bershalawat, hati/jasad/ruh/darah, memandang kasih kekasih nabi Muhammad S.aw, memandang penuh bahagia/cinta.
org yg cinta kepada para Awliya (habaib) bukan dilisan tapi mahabbah di dalam hati kecintaan kepada Nabi Muhammad s.a.w
tempelkan hati Mahabbah kepada Alim Ulama.

H. Hasan.
berbaktilah kepada Kedua Orang tua kita yang melahirkan kita dan susah payah mengurus kita..
“jangan membentak Orang tua, jgn berkata Akh kepada Orang tua ”
Doakanlah Orang Tua Kita  agar panjang umur, dikablukan hajatnya di luaskan rezekinya..

Judul: Rasulullah SAW. Mempunyai Keturunan & Allah SWT Memuliakannya

Pengarang: Ir. Sayyid Abdussalam Al-Hinduan, M.B.A.

Penerbit: Cahaya Hati, Cetakan 1 Februari  2008

Tebal: 156 halaman

Jika Cinta Rasul, Cinta Ahlul Bayt-nya

“Kutinggalkan di tengah kalian dua peninggalanku: Kitabullah, sebagai tali yang terentang dari langit sampai ke bumi, dan keturunanku, ahlul baytku. Dua-duanya itu sungguh tidak akan terpisah hingga saat kembali kepadaku di haudh (telaga di surga).”

Telah sama kita maklumi, Rasulullah adalah nabi utusan Allah SWT kepada seluruh manusia. Keberadaannya merupakan rahmat bagi alam semesta. Ayat Al-Quran secara tegas menyatakan hal tersebut, “Dan kami tidak mengutus engkau (wahai Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam.” (QS Al-Anbiya’: 108). Dialah pula rasul yang paling dicintai oleh Allah dan diberi gelar Al-Habib Al-A`zham (Kekasih yang Teragung).

Dalam ayat lain dikatakan, “Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang luhur.” (QS Al-Qalam: 4).

Tak ada yang mengingkari betapa besar jasa yang telah diberikan oleh Rasulullah SAW. Dengan risalah yang Allah perintahkan untuk disampaikannya, beliau telah menunjukkan jalan yang lurus, telah mengalihkan manusia dari kegelapan menuju cahaya yang terang benderang. Beliau telah berjasa membawa umat manusia untuk mengenal Pencipta mereka serta mengabdi dan beribadah kepada-Nya.

Melalui beliaulah kita mengenal apa yang Allah perintahkan dan apa yang Allah larang. Melalui beliau pula kita mengetahui bagaimana cara-cara mendekatkan diri kepada-Nya. Bahkan, bagaimana menjalani kehidupan dalam segala seginya pun, kita dibimbing olehnya. Ya, betapa besar jasa beliau kepada umat manusia.

Seorang yang berakal, dan memiliki perasaan, tentu tak akan mengabaikan begitu saja orang yang telah berjasa kepadanya. Kepada orang yang memberikan pertolongan sedikit saja, hati kecil kita pasti ingin memberikan balasannya. Apalagi kepada orang yang telah memberikan pertolongan tak terkira, yang telah menyelamatkannya sepanjang kehidupan, baik di dunia maupun di akhirat. Tentu sangat tak layak untuk mengabaikannya dan tak berterima kasih kepadaya.

Permintaan Nabi

Tetapi bagaimana berterima kasih kepadanya atas dakwahnya kepada umat manusia? Salah satunya adalah memberikan apa yang diminta oleh beliau.

Pertanyaannya, apa yang diminta oleh beliau? Mengenai itu, ayat Al-Quran mengatakan, “Katakanlah, hai Muhammad, ‘Aku tidak minta upah apa pun atas hal itu (yakni dakwah risalah) kecuali cinta kasih dalam (terhadap) keluarga’.” (QS Asy-Syura: 23). Para ulama menjelaskan bahwa yang dimaksud keluarga di situ adalah keluarga Nabi (ahlul bayt).

Ahlul bayt Rasulullah SAW adalah orang yang paling dekat dengan beliau, yang secara khusus dicintai, dihormati, dan dipeliharanya. Allah memuliakan mereka dan secara khusus dijaga agar tetap suci dan dijauhkan dari kekejian. Banyak hadits yang menunjukkan kemuliaan mereka dan perintah beliau kepada umatnya untuk mencintai mereka.

Rasulullah sangat mencintai dan menyayangi ahlul baytnya. Ibnu Abbas RA mengatakan, “Aku menyaksikan sendiri selama sembilan bulan, setiap hendak shalat di masjid Rasulullah selalu mengatakan, ‘Assalamu `alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Sungguh Allah hendak menghapuskan noda dari kalian, wahai ahlul bayt, dan benar-benar hendak menyucikan kalian. Marilah kita shalat. Semoga Allah melimpahkan rahmatnya kepada kalian’.” Ucapan salam ini ditujukan kepada keluarga Ali bin Abi Thalib dan Fathimah.

Tidak cukup dengan mengucapkan salam kepada ahlul baytnya, Rasulullah juga  mengingatkan, “Kutinggalkan di tengah kalian dua peninggalanku: Kitabullah, sebagai tali yang terentang dari langit sampai ke bumi, dan keturunanku, ahlul baytku. Dua-duanya itu sungguh tidak akan terpisah hingga saat kembali kepadaku di haudh (telaga di surga).”

Selama ini telah banyak muncul beberapa buku dalam bahasa Arab yang berbicara tentang ahlul bayt. Tetapi yang dalam bahasa Indonesia memang belum banyak. Namun, alhamdulillah kini telah bertambah lagi dengan terbitnya buku Rasulullah SAW. Mempunyai Keturunan dan Allah SWT Memuliakannya, ditulis oleh Ir. Sayyid Abdussalam Al-Hinduan, M.B.A.

Hadits Tsaqalain

Beberapa bahasan penting diuraikan dalam buku ini. Pembahasan diawali dengan kisah tentang sikap kaum kafir Quraisy yang mengejek bahwa Rasulullah tidak mempunyai keturunan karena anak laki-lakinya wafat. Kemudian berturut-turut dibahas ihwal dikukuhkannya ahlul bayt Nabi SAW berdasarkan surah Al-Ahzab ayat 33, bernasabnya semua orang kepada ayahnya kecuali anak-anak Fathimah, lalu tentang hadits tsaqalain, yaitu wasiat Nabi SAW bahwa beliau meninggalkan dua perkara berat kepada umatnya, yakni Al-Quran dan keturunannya.

Hadits tsaqalain itu memang berbeda dengan hadits lainnya yang telah sangat terkenal, yaitu bahwa Nabi SAW meninggalkan dua perkara, Al-Quran dan sunnahnya. Kedua hadits itu ada dan masing-masing tidak membatalkan yang lainnya. Bedanya, hadits tsaqalain tersebut masih belum banyak diketahui kaum muslimin, padahal tidak kalah pentingnya. Dan hadits itu memang menjadi bagian yang sangat urgen dalam pembahasan tentang keluarga Rasulullah, karena merupakan wasiat beliau.

Bahasan lain yang diuraikan dalam buku ini adalah tentang eksisnya keturunan Nabi SAW hingga hari kiamat, wajibnya mencintai keluarga Rasulullah, arti dan leluhur Bani Alawi, dan beberapa hal lain yang terkait. Dibahas pula tentang peranan keturunan Nabi SAW dalam penyebaran Islam.

Kehadiran buku ini diharapkan dapat menambah dan memperkaya khazanah pengetahuan Islam, terutama bagi para pecinta Rasulullah SAW dan keluarganya. Bagi kaum muslimin, mereka dapat lebih memahami persoalan ini, sehingga dapat menambah kecintaan kepada keluarga dan keturunan beliau. Sedangkan bagi mereka yang tergolong keturunan beliau, dapat memahami tugas dan tanggung jawab mereka yang berat. RIS

Sumber :

http://majalah-alkisah.com

Ya Allah, bagi Mu segala Puji. Engkau berfirman dan Firman Mu adalah Kebenaran yang nyata
katakanlah : Benarlah (apa yang difirmankan) Allah”. Maka Ikutilah Agama Ibrohim.
Dan Siapakah yang lebih benar perkataannya selain Allah
Dan Siapakah yang lebih benar Ucapannya selain Allah
Tiada Ilah Melainkan Allah
yang diesakan pada kebesaran Nya dengan kesempuranaan KeindahanNya dengan penuh keagungan dan kebesaran.
yg diesakan dengan mengurus seluruh perkara dgn terperinci dan menyeluruh atas takdir dan perencanaanNYa
yang ditinggikan dengan kebesaran dan Kemulian NYA
yang menurunkan Al Furqan (Al Qur’an) kepada hambaNYA (Muhammad) agar menjadi peringatan kepada seluruh mahluk.
Tiada Ilah Melainkan Allah.
yang awal tidak ada permulaannya dan yang akhir tidak ada ujungnya.
yang tidak akan binasa dan musnah.
dan segala sesuatu tidak akan ada melainkan dengan KehendakNYA.
Tiada Ilah Melainkan Allah
Yang maha Agung dan Maha Penerima Taubat, yang maha Pengampun dan Maha Pemberi..
yang tunduk seluruh jiwa kepada kebesaranNYA.
dan rendah kepada keperkasaanNYA semua bintang.
dan lunaklah kepada kekuasaanNYA semua binatang2 yang buas.
rab semua “tuhan-tuhan” dan yang menjadi penyebab segala sebab.
yang menurunkan Al-Kitab (Al-Qur’an) dan yang menciptakan Manusia dari tanah.
yang mengampuni dosa dan menerima taubat lagi keras hukumanNYA
yang mempunyai karunia. Tiada Ilah (yang berhak disembah) Selain Dia.
Hanya Kepada-NYalah aku bertawakkal dan Kepada-NYalah tempat kembalinya taubat.
dan sungguh benarlah rasul Allah yang ummi keturunan Bani Hasyim.
Kepadanyalah dicurahkan limpahan rahmat dan kesejahteraan.
rahmat dan kesejahteraan dari Allah semoga senantiasa dicurahkan kepadanya.
Beserta Keluarganya yang baik dan suci.
dan istri2nya yg menjadi Ummahaatul Mu’miniin
dan sahabat2nya yang mulia dan mendapat kebahagiaan.
dan para tabiin serta orang2 yang mengikutinya dengan baik sampai hari kiamat
dan kami atas segala yang difirmankan Rabb kami.
Dzat yang menciptakan dan memberi rizki kepada kami, menjadi saksi
dan tidak mengingkari atas segala yang diwajibkan dan yang di tetapkan.
dan segala puji milik Allah, Rabb Semesta Alam.
Ya Allah bagiMu segala Puji dan bagi Mu pula segala kesyukuran.
dan kepadamu dikembalikan segala urusan.
urusan yang nampak maupun tersembunyi.
maka engkaulah dzat yang berhak dipuji dan disembah.
dan engkau maha kuasa atas segala sesuatu.
kami memujiMu ya Rabbana atas penciptaan kami yg asalnya tidak ada.
dan melebihkan kami atas seluruh manusia
Ya Allah Bagi Mu segala Puji.
karena Engkau telah Memudahkan kami untuk melaksanakan Shaum Ramadhan dgn qiyamu Ramadhannya

….

…..

* Akan dilengkapi perlahan2..^ ^

Smoga Bermanfaat ..

ijazah

ijazah

Oleh Habib Abdullah bin Ja’far Assegaff
Kajian Kitab Nasahadiniyyah (nasehat2 Agama)
yang dikarang oleh Al Habib Abdullah Bin Alwi Al Haddad.

Tidak ada Naungan kecuali naungan Allah yaitu yang mendapat naungan 7 golongan, diantaranya _>
Seorang Pemuda Yang Shalat Malam Sendiri dgn Khusyu’ Meminta Ampun Kepada Allah atas dirinya dan Muslimin dan Muslimat.
Di Hari Kiamat Mata akan banyak menangis karena banyak maksiat, kecuali mata yg sering menangis krn Allah
dan mata yang berjihad kepada Allah dia tidak tidur untuk selalu beribadah kepada Allah.
“tidak Akan Masuk Api Neraka orang Yang Menangis Karena Allah S.W.T’.

Surah ALI ‘IMRAN (KELUARGA ‘IMRAN) : 103

wai‘tashimuu bihabli allaahi jamii’an walaa tafarraquu waudzkuruu ni’mata allaahi ‘alaykum idz kuntum a’daa-an fa-allafa bayna quluubikum fa-ashbahtum bini’matihi ikhwaanan wakuntum ‘alaa syafaa hufratin mina alnnaari fa-anqadzakum minhaa kadzaalika yubayyinu allaahu lakum aayaatihi la’allakum tahtaduuna
[3:103] Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan ni’mat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena ni’mat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.
3. ALI ‘IMRAN (KELUARGA ‘IMRAN)
[ Daftar Surat ]

Bahasa Indonesia Albanian Bosnian Dutch English German French Spanien Italian Swahili Surat 1. AL FATIHAH 2. AL BAQARAH 3. ALI IMRAN 4. AN NISAA’ 5. AL MAA-IDAH 6. AL AN’AAM 7. AL A’RAAF 8. AL ANFAAL 9. AT TAUBAH 10. YUNUS 11. HUD 12. YUSUF 13. AR RA’D 14. IBRAHIM 15. AL HIJR 16. AN NAHL 17. AL ISRA 18. AL KAHFI 19. MARYAM 20. THAHA 21. AL ANBIYAA’ 22. AL HAJJ 23. AL MU’MINUN 24. AN NUUR 25. AL FURQAAN 26. ASY SYU’ARA’ 27. AN NAML 28. AL QASHASH 29. AL ANKABUT 30. AR RUUM 31. LUQMAN 32. AS SAJADAH 33. AL AHZAB 34. SABA’ 35. FAATHIR 36. YAASIIN 37. ASH-SHAFFAAT 38. SHAAD 39. AZ-ZUMAR 40. AL MU’MIN 41. FUSH SHILAT 42. ASY SYUURA 43. AZ ZUKHRUF 44. AD DUKHAAN 45. AL JAATSIYAH 46. AL AHQAAF 47. MUHAMMAD 48. AL FAT-H 49. AL HUJURAT 50. QAAF 51. ADZ-DZAARIYAAT 52. ATH-THUUR 53. AN-NAJM 54. AL-QAMAR 55. AR RAHMAAN 56. AL WAAQIAH 57. AL HADID 58. AL MUJAADILAH 59. AL HASYR 60. AL MUMTAHANAH 61. ASH-SHAFF 62. AL JUMU’AH 63. AL MUNAAFIQUUN 64. AT-TAGHAABUN 65. ATH THALAQ 66. AT TAHRIM 67. AL MULK 68. AL QALAM 69. AL HAAQQAH 70. AL MA’AARIJ 71. NUH 72. AL JIN 73. AL MUZZAMMIL 74. AL MUDDATSTSIR 75. AL QIYAAMAH 76. AL INSAAN 77. AL MURSALAAT 78. AN-NABA’ 79. AN-NAAZI’AAT 80. ‘ABASA 81. AT-TAKWIIR 82. AL INFITHAR 83. AL MUTHAFFIFIIN 84. AL INSYIQAAQ 85. AL BURUUJ 86. ATH-THAARIQ 87. AL A’LAA 88. AL GHAASYIYAH 89. AL FAJR 90. AL BALAD 91. ASY-SYAMS 92. AL LAIL 93. ADH DHUHAA 94. ALAM NASYRAH 95. AT TIIN 96. AL ‘ALAQ 97. AL QADAR 98. AL BAYYINAH 99. AL ZALZALAH 100. AL ‘AADIYAAT 101. AL QAARI’AH 102. AL-TAKAATSUR 103. AL ‘ASHR 104. AL HUMAZAH 105. AL FIIL 106. AL QURAISY 107. AL MAA’UN 108. AL KAUTSAR 109. AL KAAFIRUUN 110. AN-NASHR 111. AL-LAHAB 112. AL IKHLASH 113. AL FALAQ 114. AN-NAAS Ayat
wai‘tashimuu bihabli allaahi jamii’an walaa tafarraquu waudzkuruu ni’mata allaahi ‘alaykum idz kuntum a’daa-an fa-allafa bayna quluubikum fa-ashbahtum bini’matihi ikhwaanan wakuntum ‘alaa syafaa hufratin mina alnnaari fa-anqadzakum minhaa kadzaalika yubayyinu allaahu lakum aayaatihi la’allakum tahtaduuna
[3:103] Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan ni’mat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena ni’mat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.